awink
SELAMAT DATANG DI BLOG Awink dot com
Rabu, 23 Mei 2012
Kader Dakwah ibarat ikan Salmon
Kader Dakwah ibarat ikan Salmon
Pernahkah antum mendengar tentang ikan Salmon? Ya, ikan yang agresif dan bisa dikatakan “tidak mau berhenti bergerak”. Ikan Salmon mampu menjelajahi perairan Eropa dan mampu berenang melawan arus. Ya, itulah Salmon yang dagingnya lezat dan harganya cukup mahal.
Tidak sedikit orang yang gagal memelihara Salmon karena jika Salmon tersebut hanya disediakan tempat yang kurang luas, dia lebih memilih mati. Sehingga banyak pemelihara Salmon memanfaatkan Anak ikan Hiu untuk ditempatkan bersama Salmon dalam satu kolam, sehingga keduanya bisa kejar-kejaran dan akhirnya Salmon bisa terus bergerak. Seperti itulah kader dakwah, dia harus bisa terus bergerak aktif mengemban amanah dakwah, bahkan jika amanah yang satu sudah selesai, dia akan minta amanah berikutnya pada sang Qiyadah karena pada hakekatnya amanah-amanah itulah yang akan mematangkan seorang kader dan melatih dirinya dengan tanggungjawab. Semakin banyak amanah/tugas yang kita emban, maka semakin banyak pula pengalaman-pengalaman yang kita miliki, serta semakin siap kita menghadapi masa depan dengan bekal pengalaman yang kita punya.
Seorang kader dakwah bukanlah seorang pemalas yang menunggu perintah/amanah, sehingga kalau dia tidak diberi amanah dia akan tenang-tenang saja dan berdiam diri di rumah, bukan..!!!. jika kita sering berdiam diri, maka otak kita tidak dapat berfungsi dengan baik, kita akan sulit untuk mendapatkan ide-ide baru.
Mungkin bagi orang-orang materialistis “Time is Money”, sehingga ukuran kesuksesan mereka adalah seberapa banyak materi yang mereka miliki. Tapi bagi kita TIDAK. Bagi kita waktu adalah ibadah, tujuan kita adalah mendapatkan ridha Allah dan ukuran kesuksesan kita adalah seberapa banyak kita memberikan manfaat kepada orang lain, sehingga cukup jelas perbedaan misi hidup kita dengan orang-orang materialistis.
Allah SWT berfirman dalam Surat al-A`laa ayat 14-17:
14. Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman),
15. Dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang.
16. Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi.
17. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.
Pilihan tersebut akhirnya kembali pada diri kita masing-masing. Masihkah kita memilih kehidupan dunia yang sifatnya hanya sementara dan sangat singkat ini, atau akankah kita memilih kehidupan akhirat yang kehidupan akhirat itu merupakan kehidupan yang sebenarnya dan tak terbatas waktu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar